Artikel

Husnul Maram Pahamkan Moderasi Beragama Serta Cinta Tanah Air Pada Santri

    Dibaca 1703 kali

Kab. Ngawi ( PD Pontren) – “ Dengan saling menghormati pada agama lain, menghormati orang tua kita, dengan guru-guru kita, dengan ustad ustadzah, bahkan dengan tokoh agama lain, itulah salah satu wujud dalam bermoderasi beragama”. Demikian disampaikan Husnul Maram, Kakanwil Kemenag Prov Jatim saat berikan pembinaan pada santri Pondok Pesantren Ar-Rohmah Kedunggalar , Ngawi, Kamis (17/3).

Hadir pada kesempatan tersebut , Kasi Pondok Pesantren dan Kesetaraan Kanwil Kemenag Jatim Muhammad Nur Ibad  , Kakankemenag Ngawi Zaenal Arifin, Kasubbag TU Moh.Wahib, Kasi PD Pontren Muh. Sunadi, Kasi Pendma Pujianto,Kasi PHU Mukibbudin, Gara Zawa Chusnul Amin, kepala KUA, Kamad MIN, MTsn dan MAN , Ketua KKDT dan perwakilan PKPPS se-Kab.Ngawi.

Ia jelaskan bahwa moderasi beragama merupakan salah satu dari 7 program prioritas Kementerian Agama yang saat ini tengah digulirkan oleh Menteri Agama, yang merupakan salah satu upaya dalam menghormati berbagai karakter keberagaman, sikap dan cara pandang kita dalam berperilaku beragama yang moderat dan menghargai perbedaan, cara bermasyarakat dan bersosialisasi.

Lebih lanjut, ia pahamkan 4 indikator pemahaman moderasi beragama, yakni : 1.) komitmen kebangsaan, dimana negara kita adalah negara yang berbhineka tunggal ika, warisan perjuangan tokoh-tokoh agama kita terdahulu, tokoh nasional yang menghasilkan kebersamaan dan kesejahteraan bagi kita sebegai generasi penerusnya, 2.) anti kekerasan, hendaknya kita selalu menjaga tutur kata kita kepada sesama umat, karena tutur kata yang tidak pantas telah termasuk dalam kekerasan, 3.) mengormati keindahan dan kekayaan budaya local, tradisi yang ada di sekitar kita, dan yang ke 4.) toleransi, saling menghormati kepada siapapun.

“Seperti yang disampaikan oleh Rasul kita, Baginda Nabi kita Muhammad SAW “Wahai umatku, apakah kalian ingin tetap sebagai umatku, untuk itu hormatilah sesama walau bukan seagama dengan kita” dari sini kita sudah bisa mengambil arti bahwa hal ini sudah merupakan dakwah dan contoh yang baik, jadi jangan sekali-kali kita merusak atau merobohkan tempat ibadah orang lain yang berbeda agama, serta janganlah kita menghina atau menjelekkan mereka,” tandasnya.

Husnul Maram mengajak seluruh santri untuk memahami dan menerapkan dalam keseharian akan pentingnya moderasi beragama. Dengan selalu menghormati orang tua, menghormati semua guru kita dan melaksanakan ajaran Islam serta menjadi santri yang baik yang anti akan kekerasan.

Ditambahkan lagi olehnya, bahwa di Jawa Timur ini terdapat 6.000 lebih Pondok Pesantren, sehingga kesatuan negara Indonesia terjaga karena santri-santrinya yang mencintai tanah air kita Indonesia, dan hal ini merupakan sebagian dari iman. Dan adanya perbedaan, itu adalah suatu keindahan dan hendaknya kita bisa mengikuti seperti yang dicontohkan oleh Rasul kita.

Kakanwil juga menekankan seluruh pimpinan, pengurus pondok pesantren serta para santri untuk selalu cinta tanah air yang merupakan perintah Agama, Allah SWT dan Rasul-Nya. Hal itu senada dengan Hubbul Wathan Minal Iman ( Mencintai Tanah Air adalah Sebagian dari iman ).

Sebelumnya Kakankemenag Ngawi Zaenal Arifin dalam sambutannya mengucapkan terimakasih atas kedatangan Kakanwil Kemenag Prov. Jawa Timur yang telah mau terjun langsung ke Pondok Pesantren Ar Rohmah Kab Ngawi.

“ Saya ucapkan terimakasih yang sebesar besarnya kepada Bapak Husnul Maram atas kedatangannya di Kabupaten Ngawi khususnya di Pondok Pesantren Ar Rohmah Bulakrejo, Katikan, Kedunggalar, Ngawi ini,” ucapnya.

“ Baru kali ini pejabat setingkat Kakanwil yang ingin tahu secara langsung kondisi Pondok Pesantren walaupun didaerah terpencil, “ Kata Kakankemenag dan disambut tepuk tangan  meriah oleh para  peserta..

Sementara itu, Kyai Ahmad Zuhdi Sutarjo pimpinan Pondok Pesantren merasa bangga dan merupakan suatu kehormatan baginya atas kehadiran Kakanwil beserta jajaran Kementerian Agama di Ar-Rohmah. Tentunya hal ini menjadikan harapan baginya untuk lebih berkhidmat dalam mewujudkan kecintaan kepada sesama dan negara kesatuan Indonesia.